Jumat, 29 Maret 2013

ADAT BESINGKUH SUNDAT NGAN SUNDI DALAM MENGANGKAT MARTABAT DAN DERAJAT WANITA

Memaknai hari kartini tahun 2013 kembali budaya akar rumput dari jagad lingga mempersembahkan formula bina karakter warisan leluhur berupa tradisi yang menjadikan mendudukan wanita untuk lebih terhormat dan bermartabat , dalam sebuah aturan adat "Besingkuh sundat ngan sundi"
Secara bahasa peristilahan ini dapat dimaknai sebagai terpeliharanya prilaku, perkataan  dari pelecehan terhadap wanita, kesantunan pembicaraan dan kesantunan dalam acara tertentu.
Namun secara rinci dapat difahami sebagai berikut:
Besingkuh pada dasarnya merupakan refleksi dari penjagaan aurat dan kehormatan seorang muhrim yang selanjutnya untuk menjaga keturunan.
Ada beberapa istilah turunan sebagai refleksi adat besingkuh:
- suarian
- tunangan
- pernikahan atau sebandungan
- sarak atau perceraian
Besundat pembicaraannya dan besundi pelaksanaanya .
Besingkuh dalam arti tidak berbicara vulgar tentang wanita didepan muhrimnya, tidak memperlihatkan auratnya atau" Tejangoh " dan tidak memegang wanita bukan haqnya apalagi sampai ke ZINA dengan apa yang disebut sebagai "Megawi" kKesemuanya tergolong dalam penghukuman adat "Jempale" yang mewajibkan sangsi denda hukum pencucian, berupa pengasingan, korban jambar ayam, kambing hingga kerbau.
Pelaksanaan adat perhukuman ini dilakukan dengan besundat dan besundi; kata kata tidak keterlaluan(Sundat) dan dilakukan dengan susunan aturan yang penuh kesopanan (Sundi).
Secara ekstrem barangkali adat ini dianggap Banyak  kalangan sebagai"Kekolotan" yang tampil dalam perkenalan bujang gadis diberantas belakang rumah dengan kawalan calon mertua, tidak boleh berduaan saja, atau  terjadinya pemukulan atau perkelahian karena pihak yang tidak menjaga martabat wanita didepan muhrimnya.
Disini didapat hikmah bahwa  setiap komponen masyarakat dituntut untuk menjaga kehormatan wanitanya apa lagi wanitanya sendiri dibutuhkan upaya proteksi diri dari memancing syahwat dan birahi yang bukan pada tempat dan waktunya. Sebab wanita tiang negara dan syurga pun  dibawa kakinya..wallahualam

1 komentar: